Tampilkan postingan dengan label Ke- LDK- an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ke- LDK- an. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Kenapa Mahasiswa Harus Mentoring?

       Staff Div. Ke- LDK- an

Mahasiswa, tidak asing lagi bagi kita. Sosok yang diharapkan menjadi agen perubah, yang dibentuk untuk menjadi pemimpin masa depan, yang dipermak untuk bisa menaklukkan dunia. Mahasiswa, ya mereka lah para pemuda. Kesadaran akan peran besar yang diemban oleh para mahasiswa tentu angat dinantikan oleh masyarakat. Bagaimana jika para mahasiswa masih menganggap dirinya hanya sebagai pengguna tanpa memikirkan cara untuk bisa menjadi pencipta? Jika para mahasiswa masih menunggu untuk suatu keajaiban terkait masa depannya tanpa ada usaha? Tentu ini menjadi satu permasalahn yang perlu diberi perhatian khusus.

Mari melirik pada kondisi mahasiswa muslim saat ini. Tidak jarang dari mereka yang tidak paham akan eksistensi mereka di dunia kampus. Dengan kata lain, hanya sedikit yang menunjukkan keseriusan mereka dalam mengemban amanah yang cukup besar sebenarnya. Satu hal yang menjadi sorotan kita adalah bahawa masih banyaknya mahasiswa muslim yang belum menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sangat jauh. Ini adalah satu permasalahan yang akan memicu merebaknya berbagai permasalahan lainnya di dunia kampus.

Berbagai tawuran, pengrusakan gedung perkuliahan, hingga keterlibatan mahasiswa dalam penggunaan obat2an terlarang dan seks bebas, adalah beberapa dampak negative yang lahir sebagai akibat dari minimnya pemahaman agama mereka. Jika hal ini terjadi siapa yang pantas disalahkan? Sungguh ironi jika para birokrasi menyalahkan mahasiswa sepenuhnya, memberi kecaman tegas kepada mereka tanpa menelisik apa penyebab di balik semua ini. Sungguh tidak wajar ketika menyalahkan mahasiswa  sementara di sudut lain mereka (para pengambil kebijakan) dengan seenaknya mengesampingkan pendidikan karakter yang sebenarnya buah dari pendidikan agama.

Degradasi moral terjadi seolah sebuah kesengajaan di negara ini. Bahkan mereka tampaknya bangga dengan kebijakan yang mereka buat di lingkungan kampus. Satu kebijakan fatal yang mereka buat adalah pelaksanaan mata kuliah agama pada semester 5 atau 6. Kita tidak tahu apa latar belakang pengambilan kebijakan ini, hanya berbaik sangka saja. Namun mari kita coba kritisi, efek negative kebijakan ini . Mahasiswa sudah terlalu disibukkan dengan tugas2 mata kuliah yang tidak memiliki kaitan apa2 dengan pemahaman agama mereka. Hingga sampai ke tingkat 3 mahasiswa diajak untuk mempelajari agama mereka kembali, dengan sedikit ‘kaku’. Esensinya sudah tidak terasa. Mahasiswa sudah terlanjur disibukkan dengan pikiran2 yang lain hingga mata kuliah agama hanya dirasakan sebagai formalitas saja.

Mungkin ini tidak begitu masalah bagi mereka yang mengikuti organisasi keislaman di kampus atau di sekitar tempat tinggal mereka. Namun bagi yang lain? Mereka yang berasal dari daerah yang notabene kental dengan nilai2 keagamaan namun tidak mendapatkannya di kampus. Apalagi yang memang pada dasarnya mereka yang tidak memperdalam agama di daerahnya. Apa yang akan terjadi dengan kondisi seperti ini?

Melihat realita ini, tentu kita tidak bisa berdiam diri. Audiensi dengan berbagai kalangan termasuk dosen agama serta birokrasi terkait adalah beberapa cara yang dilakukan oleh teman2 dari Lembaga Dakwah  Kampus (LDK). Salah satunya adalah kawan2 dari Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Ar- Rahman UNIMED yang merasa terpanggil untuk memperbaiki karakter mahasiswa muslim lewat pendidikan agama. Kegiatan yang mereka lakukan adalah Mentoring melalui Badan Semi Otonom UKMI, ICL (Islamic Character Learning). Di sini, mahasiswa muslim bisa belajar agama Islam gratis yang dibimbing oleh para kakak/ abang yang diseleksi dengan ketat. Output dari kegiatan ini adalah terbentuknya mahasiswa muslim yang ber- Islam dengan baik. Minimal solat lima waktu, baca Al Qur’an, dan berakhlak mulia (berkarakter). Ketiga poin ini akan mengajak diri mereka untuk selalu berbuat kebajikan dimana pun mereka berada. Penjagaan akan selalu dilakukan kepada para mentee (peserta) agar ibadah mereka tetap terlaksana.

Urgensi mentoring sangat dirasakan dalam pembentukan mahasiswa yang berkarakter. Tidak cukup hanya dengan menyisipkan pendidikan karakter lewat beberapa mata kuliah umum, namun perlu mata kuliah khusus. Untuk itu, mentoring harapannya bisa dijadikan sebagai kegiatan wajib bagi mahasiswa muslim minimal di semester awal. Kita tentu tidak ingin degradasi moral ini terus berlanjut sampai nanti menyisakan peneyesalan yang berkepanjangan.

Mahasiswa punya peranan besar dalam bidang apapun. Mahasiswa yang berkarakter adalah sosok yang akan mampu memainkan perannya dengan baik. Pendidikan karakter adalah buah dari pendidikan agama yang tidak dapat dipandang sebelah mata.  Mahasiswa berkarakter hanya akan lahir dari proses pembentukan yang benar dan berkelanjutan. Mentoring hadir sebagai satu solusi cerdas dalam membentuk mahasiswa berkarakter. Mentoring akan membawa mahasiswa pada pemahaman akan peran mereka sebagai agen perubah yang disertai dengan nilai2 keislaman. Semoga mentoring menjadi satu kegiatan rutin di setiap kampus tanah air yang dimonitori langsung oleh pihak birokrasi dan jajarannya. (05/02san)

Selasa, 27 Desember 2011

Lelah, Sebuah Mata Rantai

Staff Div. Ke- LDK- an Puskomda Sumut 2011- 2013
Lelah, Sebuah Mata Rantai. Setiap kita pasti pernah merasakan lelah. Apakah ia disebabkan aktivitas fisik yang cukup banyak dan sulit, atau mungkin saja aktivitas pikiran yang beranekaragam dan rumit. Kesemuanya akan akan membawa kita pada satu keadaan dimana kita butuh istirahat. Tidak terkecuali siapapun kita tentu butuh saat- saat untuk memulihkan kembali energi itu. Walau tak jarang masa- masa istirahat itu adalah masa yang paling rentan terjadinya sesuatu yang dikhawatirkan, berhenti.

Kelelahan adalah sunnah kauniyah; tabiat kehidupan. Sejak lahir kelelahan sudah menemani perjalanan hidup manusia. Allah berfirman:” Sungguh kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”(QS. Al Balad:4). Bayi yang baru lahir terus berusaha menghirup udara yang selama ini belum pernah sekalipun berhubungan dengannya. Begitupun pencernaan dan organ tubuh lainnya yang baru memulai fungsinya masing- masing. Tentu keadaan yang sangat berat. Kemudian berlanjut pada proses merangkak, berjalan, dan gerakan lainnya yang kesemuanya itu adalah kelelahan.

Tidak hanya manusia tentunya, demikian hewan. Burung yang harus bersusah payah terbang ke sana kemari untuk mendapatkan makanan. Ikan yang berenang di lautan dangkal. Lebah berpindah dari satu bunga ke bunga yang lain. Cacing yang berjuang keras untuk menembus tanah berliku- liku nan keras untuk mendapatkan makanan. Dan hewan lainnya. Kita mendapati ternyata kelelahan dibutuhkan untuk mencapai kesinambungan hidup. Satu kalimat yang mungkin bisa mewakili, ‘tetaplah menjadi kepompong jika takut lelah dan berkorban’.

Bagi seorang muslim, rasa lelah tidak semata hanya situasi yang tidak nyaman secara fisik maupun batin. Rasa itu mengantarkan kita pada kesadaran bahwa Allah lah yang Maha Sempurna. Sekuat apapun kita, ada masa istirahat yang kita butuhkan. Sehebat apapun kita, pasti tidak akan mampu menjangkau semua hal. Sepandai apapun kita, tentu tidak akan mampu menjangkau semua ilmu pengetahuan. Karena kita manusia, punya rasa lelah. Namun tidak dengan Allah. Jadi bersyukurlah ketika lelah menyapa, dan bawa ia pada kesadaran akan ke Maha Sempurnya Allah dan kehinaan diri kita di hadapan- Nya.

Rasa lelah akan hadir sesuai dengan jadwalnya. Ibnu Qayyim Al Jauzi berkata, “Orang- orang berakal dari seluruh umat sepakat bahwa nikmat itu tidak bisa dicari dengan cara yang nikmat. Dan barangsiapa yang bersantai- santai, justru akan kehilangan kenyamanan yang sesungguhnya. Sebab, seperti apa kadar kesulitan dan kelelahan, seperti itu pula kenyamanan yang akan didapatkan. Tak aka nada kesenangan bagi yang tidak punya kehendak kuat. Tak ada kesenangan bagi yang tak punya kesabaran. Tak ada karunia kenikmatan bagi yang tidak mau bersusah payah. Tak ada kebahagiaan bagi yang tak berlelah- lelah. Bahkan bila seorang Muslim mau berlelah sedikit, sesungguhnya ia berbalas dengan kelapangan yang panjang. Jika ia mau menahan beratnya sabar barang sesaat, ia akan diantarkan ke kehidupan yang lebih abadi. Semua jalan menuju kenikmatan, memerlukan saat- saat kesabaran. Dan hanya Allah tempat meminta pertolongan.”

Selanjutnya, dibawa kemana rasa lelah itu? Bawalah ia pada ketundukan kepada Allah. Sungguh kita akan menyadari betapa pentingnya Dia saat- saat sulit sseperti ini. Bila rasa lelah datang dan terus menekan diri kita, itulah saat yang sangat tepat untuk bermunajat kepada Allah.
Seringkali, sepanjang perjalanan hidup kita justru hanya bertahan untuk hidup hingga menyita hampir seluruh rasa lelah. Semangat untuk merencanakan, memulai, dan mengerjakan sesuatutiba- tiba sirna jika rasa ini hadir. Tak jarang banyak yang tidak mampu menjalani proses ini hingga mereka berguguran dan menyatakan berhenti tuk berusaha.

Seorang penyeru kebenaran hendaklah memahami bahwa dialah yang membutuhkan dakwah, bukan sebaliknya, Hingga futurnya seorang aktivis dakwah bisa jadi merupakan indikasi dari rendahnya pemahaman dan komitmen terhadap dakwah Islam. Maka amatlah penting bagi setiap kita untuk merenungkan ayat Allah, “Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti kamu dengan kaum yang lain ; dan mereka tidak akan seperti kamu.”(QS. Muhammad:38)

Lelah tidak masalah. Ia hanya sebuah siklus. Membawa kita menuju kesadara akan ke- Maha Sempura- an Rabb kita. Ia adalah tabiat kehidupan. Bahkan menjadi satu masalah jika kita tidak merasakan kelelahan. Pundak- pundak yang kuat untuk menjalankan berbagai amanah akan menghadirkan kelelahan yang berarti di hadapanNya. Kelelahan yang akan mengantarkan kita pada pemahaman yang benar, bahwa kelelahan berbanding lurus dengan keberhasilan. Sebab kelelahan adalah mata rantai yang tak terpisahkan dari sebuah kesenangan. Jika tak ingin lelah, tetaplah menjadi kepompong! (28/12san)



*Selamat berlelah ria kepada semua sahabat2 yang multi-amanah. Amazing!

Jumat, 16 Desember 2011

Simposium LDK Se- Sumatera Utara

"Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia celaka. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung." (HR. Bukhari)

Continuous Improvement!
Mungkin kata itulah yang mewakili setiap gerak langkah kita dalam hidup ini. Ya memang seyogyanya seperti itu. Begitupun dalam perjalanan dakwah ini. Dibutuhkan kepahaman, kesamaan visi, kesatuan gerak, dan kemauan kuat untuk selalu memperhatikan keberjalanan dakwah agar lebih baik.
Simposium LDK Se- Sumatera Utara hadir dalam rangka gebrakan perbaikan bersama. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini merupakan program kerja dari PUSKOMDA Sumut dimana panitia berasal dari 5 LDK di kota Medan; UKMI Ar- Rahman UNIMED, LDK Al- Izzah IAIN SU, UKMI Ad- Dakwah USU, UKMI An- Najwa POLMED, dan LDK R. Jannah UMN. SimposiK kali ini mengangkat tema:
“AKSELERASI PERAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS DALAM REKONSTRUKSI KARAKTER INTELEKTUAL MUDA MENUJU SUMATERA UTARA MADANI”

Berikut rangkaian kegiatannya:

Jumát, 30 Desember 2011


08.00- 09.30 : Registrasi Peserta
09.30- 11.00 : Opening Ceremony
11.00- 11.45 : Stadium General
“Peran LDK dalam Membangun Karakter Intelektual Muda”
11.45- 14.00 : SHOMAI
14.00- 15.30 : Seminar Internalisasi Mentoring se- Sumatera Utara
“Revitalisasi Peran LDK dalam Pendidikan Karakter Pemuda”
15.30- 16.15 : ISHO
16.15- 17.30 : Penampilan Kebudayaan Sumatera Utara oleh 4 LDK
17.30- 20.30 : Persiapan pribadi dan SHOMAI
20.30- 22.30 : Forum Diskusi
22.30- 03.30 : Istirahat

Sabtu, 31 Desember 2011

03.30- 06.30 : Qiyamullail, Sholat Subuh, Tilawah, Kultum
06.30- 07.00 : Riyadhoh
07.00- 08.30 : Persiapan pribadi dan Sholat Dhuha
08.30- 09.00 : Pengkondisian forum
09.00- 12.00 : PMDK
Kelas A: Kaderisasi, Kelas B: Syiar, Kelas C: Rakorda
12.00- 13.30 : SHOMAI
13.30- 15.30 : Lanjutan PMDK
15.30- 16.10 : ISHO
16.10- 16.30 : Ice Breaking
16.30- 17.45 : Launching BK Puskomda
17.45- 20.30 : Persiapan pribadi dan SHOMAI
20.30- 22.30 : Forum Diskusi
22.30- 03.30 : Istirahat

Ahad, 01 Januari 2012

03.30- 06.30 : Qiyamullail, Sholat Subuh, Tilawah, Kultum
06.30- 07.00 : Riyadhoh
07.00- 08.30 : Persiapan pribadi dan Sholat Dhuha
08.30- 09.00 : Pengkondisian forum
09.00- 12.00 : Konser Amal Peduli Palestina
12.00- 13.30 : SHOMAI
13.30- 15.30 : Refleksi Perjalanan Dakwah Kampus Sumatera Utara
“Napak Tilas Perjalanan Dakwah Kampus Sumatera Utara”
15.30- 16.15 : ISHO
16.15- 17.30 : Closing Ceremony

_Simposium Berkah_